MAHASISWA KKN INTERNASIONAL KELOMPOK 8 LAKSANAKAN BERAGAM PROGRAM KERJA BERBASIS MODERM

Oleh ; Ahmad Vaza Mahasiswa ISBI Aceh

Rakyat Aceh | KULIAH Kerja Nyata Internasional (KKNI) BKS-PTN Barat Kelompok 8 melaksanakan berbagai program kerja di Desa Wonoharjo, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam mengembangkan potensi desa sekaligus memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat selama pelaksanaan KKN. Program kerja yang dilaksanakan mencakup beberapa bidang, yaitu pemberdayaan ekonomi, pendidikan, lingkungan, kebencanaan, sejarah, kesenian, identitas visual desa, hingga digitalisasi. Penyusunan program dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan serta potensi yang dimiliki Desa Wonoharjo.

Salah satu program yang dilaksanakan adalah pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kegiatan diawali dengan sosialisasi kepada pelaku UMKM dan masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berupaya memberikan pendampingan mengenai pengembangan potensi produk, pengelolaan usaha, serta strategi agar produk UMKM dapat dikenal oleh masyarakat secara lebih luas.

Di bidang pendidikan dan pengenalan identitas daerah, mahasiswa melaksanakan program pembuatan Mars Desa Wonoharjo dan lagu Pangandaran. Program tersebut diperkenalkan kepada siswa SDN 1 dan SDN 5 Wonoharjo. Kegiatan ini bertujuan mengenalkan identitas desa dan daerah kepada generasi muda sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan tempat tinggal mereka. Mahasiswa juga melaksanakan pengenalan situs sejarah Desa Wonoharjo. Program ini ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat, terutama generasi muda, mengenai sejarah dan potensi budaya yang terdapat di lingkungan desa. Pengenalan tersebut diharapkan dapat mendorong kepedulian masyarakat dalam menjaga serta melestarikan peninggalan sejarah.Dalam bidang kebencanaan, Kelompok 8 menyusun peta mitigasi bencana yang dapat digunakan sebagai media informasi bagi masyarakat. Peta tersebut berfungsi untuk membantu masyarakat mengenali wilayah yang memiliki potensi risiko bencana serta meningkatkan pemahaman mengenai langkah yang dapat dilakukan dalam menghadapi keadaan darurat.

Program lainnya adalah pemberdayaan bioflok dan workshop ecoprint. Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya untuk mengenalkan pemanfaatan teknologi sederhana serta bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekitar. Pada kegiatan ecoprint, peserta diajak memanfaatkan daun dan bunga alami untuk menghasilkan motif pada kain. Selain meningkatkan kreativitas, kegiatan tersebut diharapkan dapat membuka peluang pengembangan produk kerajinan yang memiliki nilai estetis dan ekonomi. Dalam mendukung identitas Desa Wonoharjo, mahasiswa turut mengembangkan logo dan maskot desa. Keduanya dirancang sebagai identitas visual yang dapat merepresentasikan karakter, potensi, serta keunikan Desa Wonoharjo sehingga dapat digunakan dalam berbagai media informasi dan kegiatan desa.

Sementara itu, untuk mendukung digitalisasi desa, mahasiswa melakukan penginputan informasi mengenai berbagai potensi Desa Wonoharjo ke dalam situs web desa. Informasi yang dimuat mencakup potensi UMKM, wisata, budaya, sejarah, sumber daya alam, serta kegiatan masyarakat. Pemanfaatan media digital tersebut diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam memperoleh informasi sekaligus memperkenalkan potensi Desa Wonoharjo kepada khalayak yang lebih luas.

Selain program utama, mahasiswa KKN Internasional Kelompok 8 juga melaksanakan sejumlah kegiatan pendukung, seperti sosialisasi kepada siswa sekolah dasar, senam bersama, dan kegiatan melukis bersama anak-anak. Kegiatan tersebut dilakukan untuk mempererat interaksi antara mahasiswa dengan masyarakat serta menciptakan suasana kebersamaan selama pelaksanaan KKN.

“Melalui berbagai program kerja tersebut, kami berharap dapat memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi masyarakat Desa Wonoharjo dan meninggalkan hal positif yang dapat dilanjutkan setelah kegiatan KKN selesai,” ujar Ahmad Vaza, salah satu peserta KKNI yang berasal dari ISBI Aceh.

Pelaksanaan berbagai program tersebut melibatkan mahasiswa, pemerintah desa, pihak sekolah, pelaku UMKM, serta masyarakat setempat. Kolaborasi antar pihak menjadi bagian penting agar program yang telah dilaksanakan tidak hanya berhenti selama masa KKN, tetapi dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan.

Kegiatan KKN Internasional Kelompok 8 menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh di perguruan tinggi secara langsung di tengah masyarakat. Di sisi lain, mahasiswa juga memperoleh pengalaman dalam memahami kondisi, kebutuhan, serta potensi masyarakat Desa Wonoharjo. Melalui kolaborasi tersebut, berbagai potensi desa diharapkan dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.(rao)

 

 

 

 

Share it :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *