ISBI ACEH| Jantho – Semangat nasionalisme dan pembentukan karakter generasi muda terasa kuat dalam kegiatan pembinaan bela negara bertema “Berani Bela, Berani Beda” yang berlangsung penuh antusias bersama mahasiswa dan siswa-siswi SMA. Kegiatan yang dilaksanakan pada 13 Mei 2026 di ruang Auditorium ISBI Aceh ini menjadi ruang edukatif yang tidak hanya menanamkan nilai cinta tanah air, tetapi juga membangun keberanian generasi muda untuk tampil positif, disiplin, dan bertanggung jawab di tengah kehidupan sosial.
Kegiatan dibuka langsung oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ISBI Aceh, Dr. Ratri Candrasari, M.Pd. yang menyampaikan apresiasi terhadap upaya pembinaan karakter melalui kegiatan bela negara. Menurutnya, generasi muda saat ini membutuhkan ruang pembelajaran yang mampu membentuk mental kepemimpinan sekaligus memperkuat rasa kebangsaan.
“Bela negara hari ini tidak hanya berbicara tentang pertahanan secara fisik, tetapi juga bagaimana generasi muda mampu menjaga persatuan, memiliki karakter yang kuat, disiplin, serta mampu menjadi agen perubahan positif di lingkungan masyarakat. Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini karena menjadi bagian penting dalam membangun karakter mahasiswa dan pelajar,” ujarnya.
Hadir sebagai narasumber, Eko Arrahman membawakan materi bela negara dengan pendekatan inspiratif dan dekat dengan realitas kehidupan generasi muda saat ini. Dalam penyampaiannya, ia menekankan bahwa bela negara dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana namun berdampak besar, seperti menjaga persatuan, melawan pengaruh negatif, aktif dalam kegiatan sosial, hingga membangun kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui tema “Berani Bela, Berani Beda”, peserta diajak untuk berani menunjukkan sikap positif, berani menyampaikan pendapat dengan bijak, serta mampu menghargai perbedaan sebagai kekuatan dalam kehidupan bermasyarakat. Peserta juga diberikan pemahaman tentang pentingnya menyampaikan pendapat secara terstruktur, santun, dan bertanggung jawab sebagai bagian dari sikap warga negara yang baik.
Kegiatan semakin menarik dengan kehadiran para alumni Menwa, di antaranya Sandy dan Syukur yang membagikan pengalaman mereka selama mengikuti pendidikan dasar militer. Cerita mengenai kedisiplinan, perjuangan saat pendidikan dasar, hingga pengalaman mengikuti pendidikan pelayaran bersama TNI di kapal pendidikan berhasil membangkitkan semangat peserta untuk membangun mental tangguh dan jiwa kepemimpinan sejak dini.
Dalam sesi pembinaan juga disampaikan bahwa Resimen Mahasiswa atau Menwa merupakan organisasi kemahasiswaan yang memiliki kesinambungan kuat dari generasi ke generasi. Keberadaan Menwa tidak berhenti ketika anggota menyelesaikan masa studi, tetapi terus hidup melalui ikatan alumni dan regenerasi yang aktif. Menwa hadir sebagai wadah pembinaan karakter, kepemimpinan, serta pengabdian kepada masyarakat dan negara.
Kegiatan berlangsung interaktif dan penuh semangat melalui berbagai materi seperti Wawasan Kebangsaan, Tata Upacara Militer, DOS, dan PUDD. Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya diskusi, tanya jawab, hingga keterlibatan peserta selama kegiatan berlangsung.
Sebagai tindak lanjut, Menwa juga akan melaksanakan program pembinaan ke sekolah-sekolah melalui kegiatan pembina upacara, pembinaan karakter, serta kolaborasi edukatif bersama siswa SMA. Program tersebut diharapkan menjadi langkah nyata dalam membentuk generasi muda yang disiplin, berkarakter, dan memiliki semangat nasionalisme yang kuat demi kemajuan bangsa Indonesia. (ra/dra)
l